Sosiologi Antropologi Pendidikan

 

UTS SOSIOLOGI ANTROPOLOGI PENDIDIKAN

 

Nama   : Andi Raihan Rafiansyah

Nim     : 23050730113

Kelas   :  T2

 

SOAL:

1. Di era digital, anak-anak lebih sering berinteraksi dengan gawai daripada orang tua atau guru. Banyak nilai yang mereka pelajari berasal dari media sosial dan influencer, bukan dari lingkungan keluarga atau sekolah. Analisislah bagaimana perubahan agen sosialisasi ini memengaruhi pembentukan kepribadian anak! Jelaskan peran pendidikan dan keluarga dalam menyeimbangkan proses sosialisasi di era digital.

2. Nilai Budaya seperti tepa selira, andhap asor, dan gotong royong Analisis bagaimana pendidikan karakter dapat dihidupkan kembali melalui pendekatan sosiologi dan antropologi pendidikan! Berikan contoh penerapan nilai-nilai tersebut dalam konteks pembelajaran di sekolah.

 

JAWABAN

1.       

a)      Pengaruh Perubahan Agen Sosialisasi media social menjadi sumber utama pembelajaran nilai bagi anak dan remaja, dengan platfrom seperti Instagram dan tik tok digunakan rata-rata lebih dari 5 jam per hari. Ini memberikan dampak positif berupa peningkatan wawasan dan keterampilan social, tetapi juga berisiko menyebabkan efek negatif seperti tekanan sosial, rendah diri, dan perilaku negatif apabila tidak dikendalikan dengan baik.

https://journal.edupartnerpublishing.co.id/index.php/JIPP/article/view/115

 

b)      Peran Pendidikan dalam membekali anak dengan kemampuan litrasi digital dan Pendidikan karakter, yang meliputi pemahaman etika digital, perilaku bertanggung jawab, serta pengendalian diri saat menggunakan media social. Pendidikan menyediakan lingkungan yang mendukung agar anak dapat membangun karakter dan identitas social yang seimbang serta mengatasi tantangan era digital. https://journal.edupartnerpublishing.co.id/index.php/JIPP/article/view/115

 

c)      Peran Keluarga adalah agen sosial utama yang memberikan fondasi nilai dan norma sejak dini. Dalam era digital, keluarga perlu aktif mengawasi dan membimbing anak dalam penggunaan perangkat digital dan media sosial, menetapkan manajemen waktu yang tepat, serta menanamkan nilai moral agar anak mampu menyaring informasi dan menjaga karakter positif di tengah paparan dunia digital.

https://pemerintahan.uma.ac.id/2024/07/peran-keluarga-dalam-pembentukan-identitas-sosial-anak-anak-di-era-digital/

 

2.       Dalam konteks Pendidikan karakter, nilai budaya seperti tepa selira (menjaga hubungan baik dan saling menghormati), andhap asor (sikap rendah hati), dan gotong royong

(bekerja sama secara kolektif) dapat dihidupkan kembali melalui pendekatan sosiologi dan antropologi pendidikan. Pendekatan ini memanfaatkan pemahaman tentang dinamika sosial dan budaya masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai tersebut secara kontekstual dan bermakna bagi peserta didik.

 

a)      Sosiologi pendidikan memandang bahwa interaksi sosial dan struktur masyarakat merupakan faktor utama dalam pembentukan karakter. Dengan memahami bagaimana hubungan sosial terjadi, guru dapat merancang kegiatan yang memperkuat nilai gotong royong dan memperbaiki etika sosial siswa. Misalnya, melalui kegiatan berbasis masyarakat, siswa diajak bekerja sama menyelesaikan masalah sosial di sekitar sekolah, sehingga mereka belajar menghargai dan menghormati sesama.

 

b)      Pendekatan Antropologi dalam Pendidikan Karakter Antropologi pendidikan menitikberatkan pada pemahaman terhadap norma, nilai, dan tradisi budaya lokal yang menjadi bagian dari identitas masyarakat. Nilai tepa selira dan andhap asor sangat erat kaitannya dengan budaya lokal tertentu, seperti budaya Jawa yang menanamkan sikap hormat dan rendah hati. Dengan mengenalkan dan mengintegrasikan praktik budaya tersebut ke dalam kurikulum, siswa dapat mengalami secara langsung bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

 

Contoh Penerapan Nilai dalam Pembelajaran disekolah

 

1)      Tepa Selira: Guru mengajak siswa untuk memahami pentingnya saling menghormati dalam diskusi kelas, serta menghargai pendapat teman tanpa merasa lebih superior.

2)      Andhap asor: Siswa diajarkan untuk menghormati orang tua dan sesama dengan sikap rendah hati, misalnya melalui praktik kebiasaan seperti hormat kepada guru dan orang tua.

3)      Gotong Royong: Melalui proyek kerelawanan, siswa bekerja sama melakukan kegiatan sosial di masyarakat, seperti membersihkan lingkungan atau membantu tetangga yang membutuhkan.

 

https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/67922/1/Antropologi%20Pendidikan.pdf

 

https://www.kompasiana.com/nursitaendahpawestri6378/677faf8634777c390f571902/peran-sosiologi-dan-antropologi-dalam-pembentukan-karakter-siswa-di-sekolah

Komentar